Islam Nusantara Sebagai Perekat Bangsa

Buku Islam Nusantara Karma Ahmad Baso (Ilustasi: NUKITA.id)

NUKITA.ID, MALANG – Islam Nusantara menjadi isu nasional pada beberapa dekade terakhir ini. Tema ini menjadi kajian dalam diskusi, workshop, seminar bahkan menjadi sebuah core kajian di beberapa perguruan tinggi. Islam Nusantara diidentikkan dengan Islam moderat atau dalam konteks Indonesia direpresentasikan oleh organisasi Nahdlatul Ulama dan mengambil posisi berhadap-hadapan dengan Islam ‘Garis Keras’. Begitu pentingnya kajian ini berkaitan dengan kondisi negara akhir-akhir ini muktamar NU di Jombang tahun kemarin merasa perlu mengangkat kajian ini sebagai tema muktamar.

Menilik sejarahnya, Islam Nusantara merupakan rangkaian sejarah panjang perkembangan Islam di Indonesia yang menghamparkan berbagai dimensi sejarah di dalamnya baik itu sejarah sosial, sejarah intelektual, sampai sejarah kebudayaan, yang bertaut menguntai butiran khazanah keislaman yang tiada ternilai harganya. Dan pada akhirnya, perjalanan sejarah itu menjadi bagian yang absolut bagi perjalanan umat Islam di Indonesia.

Di antara yang concern terhadap isu di atas adalah Ahmad Baso seorang cendekiawan muda berpotensi milik NU. Baso menulis buku yang berjudul Islam Nusantara: Ijtihad Jenius dan Ijma’ Ulama Indonesia. Buku ini berbicara tentang Islam Nusantara dari sisi konstruksi atau racikan ulama-ulama Indonesia, dari dalam pesantren, sebagaimana ditulis, didakwahkan oleh para ulama dan diamalkan oleh mayoritas bangsa kita.

Bagian pertama buku ini menjelaskan arti Islam Nusantara, dengan berbagai pertanyaan seputarnya, termasuk soal-soal yang berkaitan dengan metodologi atau manhajinya. bagian kedua membeberkan contoh-contoh ijtihad Islam Nusantara mulai dari fiqih, pemikiran historiografi, ekonomi hingga politik dalam bentuk narasi ilmiah-argumentatif. Contoh-contoh ijtihad ini tidak ditemukan di belahan dunia muslim lainnya, tapi merupakan satu bentuk kontribusi pemikiran ulama-ulama kita terhadap Islam dan perkembangan peradaban umat manusia yang lebih maslahat. Sementara bagian ketiga berisi beberapa pemikiran tokoh ulama Islam Nusantara yang relevan dalam memberi kontribusi bagi penjelajahan pemikiran-pemikiran ensiklopedis para ulama Islam Nusantara.

Ada pesan khusus yang ingin disampaikan oleh buku ini. Banyak hal yang harus kita lakukan untuk meneguhkan kembali Islam Nusantara. Yang paling penting, harus ada semangat di kalangan para kiai, pengurus NU dan guru-guru di seluruh penjuru Nusantara untuk mewajibkan para santri dan pelajar di pesantren, sekolah, madrasah, kampus dan dimanapun untuk mengkaji kembali khazanah Islam Nusantara.

Buku ini memang belum sempurna dan ide-ide Nusantara sepertinya masih belum selesai dibahas, karena itu buku ini dilabeli jilid I. Harapannya jilid-jilid berikutnya akan berlanjut terus dalam buku-buku selanjutnya yang akan ditulis oleh generasi baru ulama-pemikir Islam Nusantara ke depan. Bagi generasi NU, selamat membaca dan me-Nusantara..!

Dr Junaidi, Penulis adalah Sekretaris LTN PCNU Kabupaten Malang

 

Berita Lainnya

berita terbaru
Ulama Aswaja

Kyai Marzuki Ajak Kader NU Keluar Dari PIN

14/06/2019 - 16:22

berita terbaru

Islam Mamah Dedeh Nusantara

04/07/2018 - 17:07

Comments