Hikam Zain

Orang-Orang Pintar

Riwayat Orang - Orang Pintar

NUKITA.ID, MALANG – Didalam bermasyarakat orang-orang pintar di taruh dibarisan terdepan, pintar dalam segi atau fak apapun dia akan ditaruh dalam barisan pimpinan. Maka sungguh hinanya orang-orang yang tidak mau untuk terus belajar, bisanya cuma mencaci dan menaruh dengki yang pada akhirnya dia termakan oleh kedengkiannya sendiri. Lalu siapakah sebenarnya orang pintar itu ? Orang pintar adalah orang yang bisa melihat kedepan, membaca kemungkinan yang akan terjadi, dan mempersiapkan untuk esok hari. Rasul Saw bersabda jauh-jauh hari bahwa orang pintar yang sebenarnya adalah:

 الكَيِّسُ مَنْ دَانَ نَفْسَهُ ، وَعَمِلَ لِمَا بعدَ المَوتِ ، والعَاجِزُ مَنْ أتْبَعَ نَفْسَهُ هَواهَا وَتَمنَّى عَلَى اللهِ الاَمَانِيَّ (رواه الترميذي)

Artinya: “Orang yang sempurna akalnya ialah yang mengoreksi dirinya sendiri dan bersedia beramal sebagai bekal setelah mati. Dan orang yang rendah adalah yang selalu menuruti hawa nafsunya. Disamping itu, ia mengharapkan berbagai angan-angan kepada Allah.” (HR. Tirmidzi).

Sebagian Ulama' salaf berkata: Jika engkau melihat ajal akan tiba atau akan mendekatimu, maka engkau sama sekali tidak akan pernah berpanjang angan-angan.

Dan orang-orang pintar itu telah menyediakan tempat yang indah untuk peristirahatan terakhir, sebut saja Robiah al Adawiyah menghatamkan alQur'an 7000 kali pada liang kuburnya semasa hidup. Habib Mustofa Al Muhdhor yaman 8000 kali. R.KH M. Badruddin Anwar telah mempersiapkan 40 hari tahlil sebelum kewafatannya. Dan masih banyak Ulama' ulama yang lain.

Sahabat Hikam Zain yang dimuliakan Allah, Orang pintar bukan yang hanya pintar mencari uang, dan memenangkan sebuah perdebatan atau sebuah proyek yang besar, karena betapapun banyak dunia yang kita miliki, pun semuanya akan ditinggal mati. Sebuah kisah menarik sang raja yang pernah menguasai hampir seperempat dunia Alexandre agung sebelum tutup usia.

Alexander agung memanggil para jenderalnya dan berpesan “Tidak lama lagi aku akan meninggalkan dunia ini. Laksanakan tiga permintaanku tanpa terkecuali”. Dengan tetes air mata, para jenderalnya bersumpah akan melaksanakan semua permintaan Raja Alexander.

“Keinginanku yang pertama”, kata Raja Alexander. “Hanya para dokter saja yang akan mengurus semua pemakamanku dan mengangkat peti matiku. Jangan berikan tugas ini pada orang lain. Yang kedua, jalan dari istana menuju pemakamanku nanti harus dilapisi emas, perak, dan batu mulia yang kuperoleh dari peperangan. Permintaanku yang terakhir, ketika menutup peti matiku, biarkanlah kedua tanganku menjulur keluar”.

Para jenderal yang ada disitu tertegun dan bingung mendengar permintaan Raja Alexander ini. Tidak ada yang berani bertanya apalagi menbantahnya. Hingga salah seorang jenderal kesayangan Raja Alexander memberanikan diri membuka suara. Ia terlebih dahulu mencium tangan Raja Alexander lalu berkata, “Paduka yang mulia, sungguh seluruh keinginan paduka akan kami laksakan. Jika berkenan, hamba ingin mengetahui maksud dari permintaan paduka”.

Sambil terbata-bata, Raja Alexander The Great menjawab, “Permintaanku yang pertama merupakan pembelajaran bagi dunia bahwa para dokter sesungguhnya tidak berdaya sama sekali terhadap maut. Karena itu jangan menyepelekan hidup”. “Permintaanku yang kedua adalah untuk menyadarkan manusia bahwa tak secuilpun harta yang kau kumpulkan selama hidup di dunia dibawa ke akhirat. Biarlah rakyatku sadar, jangan hidup hanya mengejar-ngejar kekayaan”.

“Dan permintaanku yang terakhir adalah agar rakyatku menyaksikan bahwa aku datang ke dunia dengan tangan hampa dan dengan tangan hampa pulalah aku meninggalkan dunia ini”

sumber : tiga petuah akhir

Dan orang-orang pintar selalu memegang kalimat ini:

تؤخذ الامور بخواتمها

Bahwa segala perkara tergantung pada hasil akhirnya.

 

*Penulis adalah Ahmad Zain Badruddin, Ponpes An Nur 2 Bululawang, Malang

Berita Lainnya

berita terbaru

Abah Sanusi, Bupati Harapan NU?

22/10/2018 - 01:15

berita terbaru

ULAMA

17/09/2018 - 17:52

berita terbaru

Menyorot Polri Lawan Hoax

11/03/2018 - 23:59

Comments