Menolak Paham Sempalan, Lakpesdam NU Kalipare Gelar Kajian Kitab Risalah

Banner Acara Taklim Kitab Arrisalah Aswaja. (Foto: istimewa)

NUKITA.ID, MALANG – Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Nahdlatul Ulama (LAKPESDAM-NU) Kalipare berasama  Pengurus Cabang ASWAJA Center Kabupaten Malang, Kantor Urusan Agama (KUA) Kalipare, dan Penyuluh Agama Islam Kalipare mengadakan kegiatan Taklim kitab Risalah Ahlus-Sunnah wal Jamaah buah karya muassis NU KH. Hasyim Asy'ari sekaligus membedah gerakan Khilafah dan HTI di nusantara, Sabtu (26/9).

"Kegaiatan ini dimulai pukul 08.00 dan berakhir pukul 13.30 dan diikuti oleh peserta sebanyak 50 orang perwakilan dari Banom dan Lembaga MWC NU, antara lain perwakilan dari pengurus PAC MUSLIMAT, PAC FATAYAT,PAC ANSOR, PAC IPNU dan IPPNU, serta perwakilan dari Ponpes juga hadir," terang, Ustaz Harmono, ketua Lakpendam NU Kalipaten

Pemateri dari kegiatan ini adalah ketua PC ASWAJA Center Kabupaten Malang yaitu Gus Khamim berserta anggota. Kegiatan ini disiarkan secara live via channel youtube di Aswaja arema.

"Antusias dan animo masyarakat sangat luar biasa. Waktu pendaftaran yang seyogyanya kita berikan selama 5 Hari, namun dalam waktu dua hari kuota telah terpenuhi," lanjut Ustaz Harmono.

Dalam materinya, Gus Khamim menjelaskan bahwa kegiatan majelis taklim dan kajian kitab ini akan berdampak pada kehidupan sosial masyarakat yang harmonis. Hal ini karena mereka akan bersinergi untuk memantau lingkungan.

"Ajakan memerangi paham-paham menyimpang dengan media majelis taklim ini sejalan dengan nilai-nilai ahlus sunnah wal jamaah (aswaja) "an-nahdliyah" yang memiliki empat prinsip dasar yakni "tawasuth" (tengah-tengah), "tawazun" (seimbang), "ta'adul" (tegak lurus atau adil), dan "tasamuh" (toleransi)," tegasnya.

Sementara itu, Abah Zubaidi selaku KUA Kalipatre sangat pengapresiasi kegiatan ini dengan sangat baik. Ia menekankan supaya generasi milenial harus tetap waspada dan senantiasa terus mengkaji literasi ulama-ulama NU.

Acara berjalan dengan penuh khidmah. Hal ini terlihat dari antusias peserta saat melakukan tanya jawab masalah khilafah dan HTI dalam merongrong keutuhan dan kedamaian NKRI. Kegiatan ini diakhiri dengan foto bersama serta ramah tamah oleh seluruh peserta dan pemateri.(*)

Comments